Automotive and Transport

Dprd Bali Rekomendasi ‘bubarkan’ Hare Krishna

I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si mengatakan berdasarkan hasil rapat Tim Komunikasi, Mediasi dan advokasi PHDI Bali dengan Ormas Keagamaan Hindu dan ISKCON pada hari Rabu tanggal 22 Juli 2020. Sebagaimana diketahui, belakangan ini kerap kali dunia maya khususnya di grup-grup facebook di Bali dihebohkan dengan postingan foto dan video clip kontroversi dan berbau provokasi yang berisi kegiatan-kegiatan para penganut aliran Hare Krishna di Bali. Karena dinilai aneh dan diluar kebiasaan umat Hindu di Bali, postingan-postingan menyangkut Hare Krishna begitu cepat viral dan di share oleh para netizen sehingga menimbukan suasana menjadi panas. Sesuai mekanismenya, ia menjelaskan tiap persoalan yang bernilai penting dan memiliki pengaruh luas di masyarakat akan dikaji oleh sabha walaka.

  • ” Tim Komunikasi, Mediasi, Advokasi yang dibentuk PHDI Bali sudah bekerja.
  • Sebagian masyarakat Hindu juga menilai kegiatan Hare Krishna mengancam tradisi dan kebudayaan mereka.
  • Kenak menjelaskan, PHDI sesuai dengan tupoksinya mengayomi umat Hindu, tentu mengedepankan dialog dalam penyelesaian persoalan ini.
  • Ia menyayangkan adanya umat Hindu yang terprovokasi atas polemik ini, sehingga melakukan hujatan di media sosial.

Namun meskipun demikian, pertumbuhan pengikut ajaran ini tercatat sebagai salah satu yang terbesar di dunia. Untuk membangun tempat suci lila transendental bagi para anggota dan masyarakat secara luas yang didedikasikan kepada Personalitas Tuhan Yang Maha Esa, Krishna. “Tolong Pimpinan Yayasan ISKCON sampaikan kepada seluruh anggotanya untuk tidak melakukan kegiatan Hare Krisna di tempat-tempat umum, cukup di Ashram saja,” ucapnya. “Tolong Pimpinan Yayasan ISKCON sampaikan kepada seluruh anggotanya untuk tidak melakukan kegiatan Hare Krisna di tempat-tempat umum, cukup di Ashram saja.

Denpasar Tidak Ada Penambahan Kasus Covid

Itu karena sanatana dharma bukan kepercayaan tapi kenyataan yang universal. Ajaran sri krishna bukan hindu, bukan juga mlecha, mengakui otoritas weda. Weda bukan hindu bukan juga mlecha, tpi kebenaran mutlak, berlaku untuk semua.

Memang sangat susah mencari kebenaran di zaman kali tapi jangan sampai dibingungkan. Ketua PHDI Bali, Prof Dr I Gusti Ngurah Sudiana menjelaskan, pada pertemuan tanggal 22 Juli 2020 lalu dia bersama dengan tim mediasi PHDI Bali sudah menampung seluruh aspirasi masyarakat dan PHDI Bali sudah menindak lanjuti aspirasi masyarakat tersebut. Adapun langkah yang telah dilakukan PHDI Bali selama ini, yakni menyurati Kejaksaan Agung untuk menanyakan standing Keputusan Melarang Hare Krishna pada tahun 1984 tersebut apakah masih berlaku atau tidak.

Profil Para Anggota Dewan Direktur Indonesia Investment Authority

Jika nantinya dari Kejaksaan Agung melalui tim pakem negara menyatakan, bahwa Hare Krishna masih dilarang, maka Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet menilai bahwa urusan Hare Krishna sudah kelas. Nah, jika seandainya Hare Krishna masih dibiarkan ada, jadi standing orang yang ikut aliran itu di masyarakat adat Bali adalah sebagai Tamiyu, jadi bukan krama tamiyu dan tamiyu. Beberapa organisasi masyarakat Hindu diantaranya Swastika Bali, Cakrawayu, Puskor Hindunesia, dan Sandhi Murti menggelar rapat bersama Parisadha Hindu Dharma Indonesia Provinsi Bali terkait polemik aliran Hare Krishna dan International Culture for Krishna Awareness yang tengah viral di media sosial. Kenapa saat menyebarkan bhakti sri krishna Para bhakta mengatakan mereka bukan menyebarkan agama hindu.

Polemik mengenai keberadaan aliran Hare Khrisna berujung pada aksi unjuk rasa untuk meminta pelarangan ajaran ini di Bali. Menanggapi hal itu, International Society for Krishna Conciousnes atau Masyarakat Kesadaran Krishna sebagai organisasi yang menaungi memberikan penjelasan.

Namun jika tidak, Sukahet menegaskan agar pihak yang mengikuti aliran itu agar tidak melakukan kegiatan diluar asram, tidak memprovokasi masyarakat dan siap menerima konsekuensi di masyarakat adat Bali. Nah jika seandainya Hare Krishna masih dibiarkan ada, jadi standing orang yang ikut aliran itu di masyarakat adat Bali adalah sebagai Tamiyu, jadi bukan krama tamiyu dan tamiyu. DPRD Bali keluarkan sikap resmi atas polemik keberadaan ajaran Hare Krishna dan Sampradaya lainnya. DPRD Bali rekomendasikan bubarkan Hare Krishna kalau melanggar ketertiban umum dan ganggu kegiatan umat Hindu di desa adat seluruh Bali.

Jadi, sebelum tahun 1984 itu sudah terjadi juga penyimpangan-penyimpangan yang prinsip dilakukan oleh Hare Krishna sehingga dibuatlah kebijakan pelarangan di seluruh Indonesia,”kata Putra Sukahet. Sebagaimana diketahui, belakangan ini kerap kali dunia maya khususnya di grup-grup facebook di Bali di hebohkan dengan postingan foto dan video clip kontroversi dan berbau provokasi yang berisi kegiatan-kegiatan para penganut aliran Hare Krishna di Bali. Karena di nilai aneh dan di luar kebiasaan umat Hindu di Bali, postingan-postingan menyangkut Hare Krishna begitu cepat viral dan di share oleh para netizen sehingga menimbukan suasana menjadi panas. Berita ISKCON Hare Krishna menolak tuduhan bahwa organisasinya melakukan aktivitas yang dianggap ilegal di Indonesia. Ia berharap bukti dari tuduhan-tuduhan tersebut disampaikan untuk ditindaklanjuti, jika ada penyimpangan dalam pelaksanaan kegiatan, serta mengharapkan dialog untuk kebaikan bersama. Sejumlah kelompok dan lembaga pemerhati Hindu belakangan gencar menyuarakan tentangan terhadap kegiatan dan keberadaan gerakan Hare Krishna, International Society of Krishna Awareness di Indonesia. Adapun pijakannya, karena dalam AD/ART PHDI, ada kewajiban PHDI untuk mengayoman sampradaya, badan, organisasi, yayasan yang bernafaskan Hindu.

Lebih lanjut, Prof Sudiana juga mengimbau semua pihak yang menyampaikan masukan agar menghindarkan hujatan dan kata-kata yang mendiskreditkan dan tetap shanti, walaupun ada perbedaan pandangan soal-soal tertentu tentang agama Hindu. Rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua PHDI Provinsi Bali, Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si yang berlangsung dari Pukul 14.00 sampai 17.00 Wita ini, tercatat menghasilkan beberapa keputusan selain mengagendakan pemanggilan terhadap ISKCON dan Hare Krishna untuk mengklarifikasi polemik yang viral di Medsos. Sebelum tahun 1984 dan tahun ini dan ini yang lebih parah daripada yang dulu.

Ketut Sudiana, mengatakan, sesuai usul dan saran yang disampaikan para bendesa maupun pengurus PHDI di Kota Denpasar, sepakat untuk menolak adanya aksi damai yang akan dilakukan terkait dengan Hare Krishna. Kemudian disepakati untuk membuat aturan, khususnya di desa adat akan dibuat pararem terkait pengaturan sampradaya. ” Kami dari MDA mengimbau krama adat supaya tidak ada kegiatan aksi damai atau demonstration. Yang kedua, baru saja Pak Gubernur membuka brand-new typical untuk pariwisata di tingkat nasional. Ini yang kami khawatirkan ada dampak negatifnya ketika ada kegiatan trial, itu memberi kesan yang kurang bagus terhadap brand-new normal di Bali,” katanya. Jika nantinya dari Kejaksaan Agung melalui tim pakem negara menyatakan bahwa Hare Krishna masih dilarang, maka Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet menilai bahwa urusan Hare Krishna sudah kelas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *